Pihak Kementerian Dalam Negeri mengambil langkah cepat dengan mengirim ribuan praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang. Tujuan utama dari pengiriman ini adalah untuk membantu membersihkan kantor-kantor dinas yang terdampak bencana banjir dan longsor, sehingga layanan publik dapat segera pulih.
Pada pemberangkatan kloter pertama, sebanyak 413 praja berangkat pada hari Sabtu (3/1). Proses pengiriman akan dilanjutkan dengan kloter kedua dan ketiga yang dijadwalkan pada Minggu (4/1) dan Senin (5/1). Total keseluruhan praja IPDN yang berangkat ke Aceh Tamiang adalah 1.138 orang.
Tanggung Jawab Sosial dan Kehadiran Praja di Lokasi Bencana
Keberangkatan praja ternyata menarik perhatian publik. Wakil Menteri Dalam Negeri merayakan momen tersebut melalui akun media sosial resminya. Dalam sebuah video, Menteri Dalam Negeri menyampaikan pidato yang penuh semangat kepada para praja sebelum mereka lepas landas. Pesan utama yang disampaikan adalah semangat misi kemanusiaan untuk menolong sesama di tengah bencana.
Bima Arya, Wakil Menteri, turut hadir dalam momen keberangkatan tersebut. Sesampainya di Aceh Tamiang, beliau memberikan pengarahan singkat pada para praja, menekankan pentingnya tugas mereka. “Ini adalah medan perjuangan selama satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” ujarnya. Perkataan tersebut memberikan gambaran jelas tentang tantangan yang harus dihadapi oleh para praja.
Respon Penuh Harapan dari Masyarakat Setempat
Kedatangan para praja disambut hangat oleh warga Aceh Tamiang. Mereka memperlihatkan harapan besar bahwa kehadiran para praja dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Beberapa warga mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata penuh rasa syukur dan permohonan. “Bantulah kami, Aceh Tamiang masih di mana-mana lumpur,” kata salah satu warga yang memperlihatkan betapa mendesaknya situasi yang mereka alami.
Selanjutnya, praja yang tiba lebih dulu dikoordinasikan menuju bangunan besar semi-terbuka yang telah disiapkan. Di dalamnya, mereka menemukan tempat tidur yang sederhana, dilengkapi dengan tandu-tandu lipat. Para praja berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi di sekitar mereka, bahkan ada yang membawa bendera merah putih untuk menandai keberadaan mereka di lokasi tersebut.
Dalam misi ini, praja tidak hanya bertugas secara fisik, tetapi mereka juga menggembirakan hati masyarakat setempat dengan kehadiran mereka. “Arahan dari Menteri Dalam Negeri adalah agar praja membantu proses percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana,” tambah Bima, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam krisis ini.


