Dalam era modern yang terus berubah, peran kehumasan dalam institusi kepolisian menjadi sangat krusial. Ini terutama terlihat saat Kadiv Humas Polri memberikan pembekalan kepada taruna Akademi Kepolisian (Akpol) semester genap tahun 2025. Pembekalan ini tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang strategi membangun citra positif Polri di tengah masyarakat.
Pernyataan menarik disampaikan oleh Irjen. Pol. Sandi Nugroho bahwa kehumasan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga hubungan baik antara Polri dan publik. Era revolusi industri 4.0 yang berkembang pesat memerlukan pendekatan baru dalam komunikasi, mengingat masyarakat kini lebih kritis dan mengharapkan transparansi dari lembaga Kepolisian.
Peran Strategis Kehumasan di Era Digital
Kehumasan bukanlah tugas yang bisa dianggap remeh. Dalam kuliah umum tersebut, Irjen. Pol. Sandi menjelaskan bagaimana humas harus berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Ini meliputi kemampuan untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat serta merespons isu-isu yang berkembang di media sosial.
Data menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih informasi yang disampaikan melalui platform digital. Oleh karena itu, kehadiran Polri di media sosial tidak hanya untuk menyampaikan berita positif tetapi juga untuk mendengarkan suara masyarakat. Pengalaman menunjukkan bahwa interaksi aktif di platform ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap polisi. Ini adalah tantangan dan peluang yang harus dihadapi oleh setiap anggota Polri, terutama generasi baru yang terlatih dalam teknologi komunikasi.
Membangun Citra Positif Melalui Kegiatan Empati
Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan melibatkan anggota Polri dalam berbagai kegiatan sosial. Interaksi langsung dengan masyarakat akan menciptakan rasa empati dan memahami permasalahan yang dihadapi oleh warga. Hal ini sejalan dengan ajakan Irjen. Pol. Sandi kepada taruna Akpol untuk tidak hanya belajar tentang aplikasi hukum tetapi juga berperan aktif dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat.
Melalui kegiatan sosial ini, Polri dapat menunjukkan komitmen nyata mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Sebuah studi kasus menunjukkan bahwa daerah yang memiliki kegiatan kepolisian yang terlihat aktif dalam masyarakat cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang tidak terlibat. Inisiatif seperti ini akan menciptakan rasa ownership murni terhadap masyarakat, yang pada akhirnya dapat membawa pada kerjasama yang lebih baik dalam hal keamanan.
Secara keseluruhan, untuk membangun citra positif institusi kepolisian, diperlukan upaya dari seluruh anggota, termasuk taruna yang sedang menempuh pendidikan. Mereka harus sadar bahwa perilaku mereka akan mencerminkan institusi yang mereka wakili. Kegiatan positif yang dilakukan tidak hanya akan bermanfaat bagi masyarakat, namun juga akan memberikan dampak baik bagi karier mereka di masa depan.
Taruna Akpol diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai kehumasan dan menjaga marwah institusi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Polri tidak hanya dilihat sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat bagi masyarakat. Dengan demikian, rasa saling percaya akan semakin terbangun, menjadikan lingkungan yang lebih aman dan harmonis.


