Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertajuk SINAR menjadi terobosan inovatif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Fokus utama program ini adalah pemanfaatan listrik untuk memperkuat ketahanan pangan di Desa Ngrukem, sepanjangan dalam implementasinya dari Juni hingga September 2025, program ini menunjukkan pentingnya energi terbarukan dalam sektor pertanian.
Melalui keberadaan program SINAR, terlihat realisasi nyata dari konsep Electrifying Agriculture. Kesadaran akan kebutuhan modernisasi dalam sistem irigasi menjadi sangat penting. Dengan adanya listrik yang andal, para petani dapat mengoptimalkan penggunaan air untuk lahan pertanian mereka, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen.
Pengembangan Infrastruktur Energi Ramah Lingkungan
Pembangunan infrastruktur seperti rumah pompa listrik dengan jaringan irigasi yang memadai menjadi bagian penting dari program ini. Di Desa Ngrukem, dua rumah pompa listrik telah dibangun dan dihibahkan, dilengkapi dengan instalasi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pertanian. Langkah ini bukan hanya menambah kapasitas irigasi tetapi juga menjamin ketersediaan air untuk lahan pertanian seluas 46 hektare.
Saya juga melihat bahwa pengadaan alat pertanian berbasis listrik seperti mesin pipil jagung dan mesin penggiling padi memberikan dampak signifikan bagi para petani. Alat-alat ini bukan hanya efisien namun juga mengurangi waktu dan biaya operasional. Dengan demikian, para petani kini memiliki potensi untuk meningkatkan frekuensi panen dari dua kali menjadi empat kali dalam setahun. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produktivitas yang dapat dirasakan oleh para petani di desa tersebut.
Dukungan Edukasi dan Pelatihan untuk Petani
Lebih dari sekadar penyediaan fisik, program SINAR juga memberikan aspek edukatif. Pelatihan bertema “Mendorong Produktivitas dan Kedaulatan Petani Melalui Energi dan Teknologi Ramah Lingkungan” menawarkan ruang bagi petani untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menciptakan sinergi antara teknologi dan praktik pertanian.
Menariknya, dua kelompok tani utama yang terlibat, Poktan Subur Makmur dan Poktan Ngudi Makmur, merasa mendapatkan manfaat nyata dari implementasi program ini. Mereka tidak hanya dijanjikan alat yang modern tetapi juga diberikan wawasan untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik dalam pertanian.
Melalui program ini, terlihat bahwa PLN tidak hanya melibatkan retorika tetapi juga tindakan nyata dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi pedesaan. Dengan pendekatan yang seimbang antara eletrifikasi pertanian dan peningkatan kualitas hidup, program ini menunjukkan potensi yang besar untuk masa depan pertanian yang lebih cerah.


