SAMARINDA – Pada tanggal 8 September 2025, SMA Negeri 2 Samarinda mengadakan sebuah seminar yang bertujuan untuk memperkuat karakter siswa. Dengan tema “Generasi Hebat Tanpa Bully, Semua Bisa Meraih Mimpi,” acara ini diadakan di aula sekolah dan dihadiri oleh lebih dari 300 siswa dari kelas XII. Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.10 WITA ini mencakup berbagai kegiatan menarik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya sikap saling menghargai dan menghindari perilaku bullying.
Dalam suasana penuh semangat, acara dimulai dengan registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Drs. H. Agus Gazali, M.Si. Di hadapan para siswa, beliau menekankan pentingnya menjaga hati dan karakter, karena hal ini dianggap fundamental dalam membangun masa depan yang cerah.
Perasaan dan Karakter: Apa yang Harus Diketahui Generasi Muda
Melalui sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan pesan bahwa karakter yang baik tidak hanya berasal dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak dan kemampuan untuk saling menghargai. “Anak-anakku sekalian, menjaga hati itu sangat penting. Jika hati baik, maka sikap, ucapan, dan perilaku kita juga akan baik,” jelasnya. Pesan ini menggugah kesadaran siswa tentang betapa pentingnya karakter, terutama di usia remaja ketika mereka sedang dalam proses menjalin hubungan sosial dan membentuk identitas diri.
Acara inti seminar diisi oleh narasumber Endro S Efendi, SE., M.Sos., CHt., CPS., yang mengusung materi berjudul “Setiap Individu Berharga.” Selain menjelaskan materi secara mendalam, Endro juga menciptakan suasana interaktif melalui permainan yang melibatkan seluruh peserta. Aktivitas ini dirancang untuk membuat siswa berpikir dan merasakan dampak dari perilaku mereka sehari-hari. Setelah permainan, para siswa berkesempatan untuk berbagi pendapat dan pengalaman mereka, yang membuat suasana semakin hidup dan meriah.
Hidup Tanpa Bullying: Langkah Menuju Generasi Hebat
Distribusi apresiasi bagi sejumlah siswa yang berani berbagi pendapat menjadi salah satu momen berharga dalam seminar tersebut. Mereka mendapatkan voucher potongan biaya umroh yang tentunya menjadi motivasi lebih bagi siswa untuk berani berbicara dan mengekspresikan diri. Dalam pembahasan lebih lanjut, Endro memaparkan bahwa bullying bukan sekadar tindakan menyakiti, melainkan merupakan cerminan dari hati yang belum terjaga. “Bullying adalah tindakan yang melukai mental, menghambat mimpi, bahkan bisa merusak masa depan. Mari kita biasakan menghargai dan saling mendukung,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perubahan karakter dimulai dari diri sendiri. Setiap siswa diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai dan mendukung satu sama lain, menciptakan lingkungan yang positif di sekolah. Moderator Firda Irianti, S.Pd., juga memainkan peran penting dalam memastikan bahwa diskusi berlangsung tertib dan interaktif, sehingga semua peserta dapat aktif berpartisipasi.
Seminar berakhir pada pukul 12.00 WITA, namun semangat dan pesan yang dibawa acara ini diharapkan akan terus membekas dalam ingatan setiap siswa. Harapan terbesar adalah agar para siswa SMA Negeri 2 Samarinda tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang mulia dan tanpa bullying, mampu meraih mimpi bersama-sama di masa depan.


