SAMARINDA – Pada tanggal 22 November 2024, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas PUPR & PERA Provinsi Kalimantan Timur merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan. Seminar ini mengambil tema “Mengubah Passion Menjadi Profit”, yang menjadi salah satu dari serangkaian kegiatan bertema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk mengeksplorasi potensi bisnis dari passion masing-masing. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berubah, penting untuk memahami bagaimana passion dapat menjadi sumber finansial. Pertanyaannya adalah, seberapa jauh passion dapat diubah menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan?
Membangun Mindset Entrepreneur
Dalam kesempatan tersebut, Taufik Riyadi, seorang wirausahawan sukses dan pemilik bisnis kue, menjadi narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa memiliki mindset entrepreneur adalah langkah fundamental untuk meraih kesuksesan. Taufik menyatakan, “Passion adalah pondasi bisnis yang kuat. Dengan mindset yang tepat, passion dapat diubah menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan”. Beliau menekankan pentingnya mengembangkan keahlian dan pengetahuan yang mendukung tujuan bisnis.
Selain itu, Taufik juga berbagi pengalaman pribadinya dalam mengelola usaha. Ia mengungkapkan bahwa banyak orang memiliki ketidakpastian ketika mencoba mengubah hobi atau passion menjadi bisnis. Namun, dengan strategi yang tepat, itu bisa dicapai. Mengapa tidak? Tidakkah kita semua memiliki potensi untuk sukses di bidang yang kita cintai?
Koperasi dan Pemberdayaan Perempuan
Pada aspek lain, Ketua DWP Dinas PUPR & PERA Provinsi Kaltim, Ny. Marliana Firnanda, mengajak partisipasi wong-wong wanita di lingkungan untuk mengembangkan koperasi di instansi masing-masing. Ia memperkenalkan Koperasi Adya Sasana Amerta (ASA) sebagai tempat untuk belajar dan kolaborasi. “Koperasi ASA siap menjadi wadah pembelajaran dan mitra bagi yang ingin menitipkan produk atau memulai koperasi,” kata Marliana dengan semangat.
Ny. Irene Runandar, selaku Ketua Koperasi ASA, juga berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan koperasi yang didirikan pada tahun 2021. Dengan modal awal dari simpanan anggota, koperasi tersebut kini telah mencapai omzet hingga Rp900 juta. “Koperasi adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi anggota bisa menciptakan pilar ekonomi yang kuat,” paparnya. Dalam konteks ini, koperasi tidak hanya sekadar entitas bisnis, tetapi juga simbol solidaritas yang memperkuat komunitas.
Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-25 ini didanai secara mandiri melalui kas organisasi dan sumbangan anggota, menunjukkan komitmen untuk mendorong pemberdayaan perempuan dalam ekonomi. Harapan dari seminar ini adalah untuk menginspirasi DWP SKPD lainnya serta organisasi wanita di Kalimantan Timur agar terus menciptakan program-program produktif yang bermanfaat. Merujuk pada visi Indonesia Emas 2045, langkah-langkah ini diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.


