Kementerian Dalam Negeri menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong perkembangan program Pertashop. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk menguatkan perekonomian daerah sekaligus menjamin ketahanan energi nasional.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam sebuah forum yang menarik perhatian banyak pihak. Musyawarah Nasional I SPRINDO Migas 2025 yang berlangsung di Bandung pada Selasa (19/8) lalu, membahas topik vital seputar kontribusi UMKM tugasan kemandirian bangsa yang berkelanjutan.
Peran Strategis UMKM dalam Ekonomi Nasional
UMKM, yang dianggap sebagai tulang punggung ekonomi nasional, berkontribusi sebesar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan Rp9.580 triliun, dan juga menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja. Data ini menunjukkan pentingnya keberadaan UMKM dalam menjaga kestabilan ekonomi di seluruh Indonesia.
Akan tetapi, perjalanan UMKM dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama dalam akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan formal. Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah daerah untuk bersinergi dengan sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga lainnya dalam upaya memperluas dukungan finansial serta meningkatkan inklusi keuangan. Hal ini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.
Pertashop sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Forum tersebut tidak hanya membahas isu UMKM, tetapi juga menyentuh perkembangan Pertashop yang telah menunjukkan pertumbuhan pesat sejak tahun 2021. Hingga awal 2024, jumlah outlet Pertashop telah mencapai 6.600, yang menunjukkan bahwa usaha ini telah berhasil merambah hingga pelosok desa.
Kehadiran Pertashop dipandang sebagai solusi untuk memastikan pemerataan akses energi di segala penjuru Indonesia. Selain itu, Pertashop berpotensi untuk menjadi sentra ekonomi lokal dengan merambah layanan lain seperti LPG, pelumas, dan minimarket. Restuardy Daud menekankan pentingnya percepatan perizinan usaha Pertashop, meskipun tantangan di daerah masih menjadi kendala yang perlu diatasi.
Masalah lain yang diangkat dalam forum ini adalah urgentnya penyesuaian formula margin Pertamax. Tujuannya adalah agar pengusaha Pertashop tetap termotivasi untuk menjual dalam jumlah yang optimal. Dalam konteks ini, perluasan armada distribusi Pertamina juga dianggap mendesak untuk memastikan ketersediaan pasokan energi ke daerah-daerah yang terpencil.
Forum seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antara berbagai pihak dan menjadi wadah bagi diskusi mengenai bagaimana UMKM dan Pertashop dapat saling mendukung. Dengan memiliki strategi yang tepat, penguatan sektor UMKM dan energi dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja serta mendukung pemerataan ekonomi lokal yang berkelanjutan.


