SEMARANG— Seorang dokter muda dengan latar belakang campuran Bugis dan Papua, Arfinsasi Putra (29), memiliki pengalaman berharga dalam memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Area ini dikenal dengan akses dan fasilitas kesehatan yang sangat terbatas, menantang para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.
Dengan latar belakang tersebut, Arfin menjalani program internship di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Februari 2022 hingga Februari 2023. Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan wawasan tentang dunia medis, tetapi juga tentang peran dokter dalam konteks kepolisian.
Perjalanan Karir yang Inspiratif bagi Tenaga Medis
Setelah meraih gelar S-1 Kedokteran Umum dari Universitas Cendrawasih, Jayapura, Arfin melanjutkan karirnya sebagai dokter di Rumah Sakit Daerah Oksibil, Papua Pegunungan. Di sinilah, motivasinya untuk mengabdi sebagai anggota Polri semakin membara. Dia menyatakan keinginannya untuk tidak hanya berkecimpung di dunia medis, tetapi juga bersinergi dengan kepolisian.
“Selama internship di RS Bhayangkara Mataram, saya mendalami bagaimana seorang dokter bisa berkontribusi dalam penegakan hukum dan keamanan,” ungkap Arfin saat ditemui di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol) di Kota Semarang. Dengan pemahaman yang mendalam, ia merasa terpanggil untuk berkontribusi lebih besar di tanah kelahirannya.
Membuat Perubahan Melalui Seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS)
Arfin berhasil melewati proses seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), yang ditujukan bagi lulusan D4, S1, atau S2 untuk menjadi Perwira Pertama Polri. Dia mengikuti jalur ini dengan harapan besar, menjadi dokter polisi yang dapat menyentuh kehidupan masyarakat asli Papua. Meskipun bukan Orang Asli Papua, Arfin lahir dan dibesarkan di sana, dan merasakan kedekatan yang kuat dengan masyarakat.
Sebagai langkah nyata untuk kembali berkontribusi di sektor kesehatan melalui jalur kepolisian, Arfin menyatakan keinginannya dengan penuh semangat. “Saya ingin kembali ke Papua tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai perwira yang dapat membantu masyarakat dalam masalah kesehatan dan keamanan,” ujarnya.
Adanya keinginan untuk berkarya di daerah asal membuat perjalanan karirnya semakin bermakna. Melalui pendidikan dan pengasuhan di SIPSS selama 4,5 bulan, dia berharap bisa menjadi dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik di wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Pendidikan dan pengalaman yang telah dilaluinya memberikan fondasi yang kuat bagi Arfin untuk melangkah dengan percaya diri dalam karirnya. Dengan cita-cita dan semangat pengabdian yang tinggi, dia berharap dapat menjadi panutan bagi generasi muda, terutama di Papua, dalam mengejar mimpi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


