Menjadi seorang anggota kepolisian adalah impian bagi banyak orang, termasuk seorang siswa yang tengah mengikuti seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Salah satu calon siswa yang menarik perhatian adalah Tiwi, anak seorang pendeta asal Manado, Sulawesi Utara. Di tengah persaingan yang ketat, Tiwi berpegang teguh pada pesan ayahnya untuk selalu mengedepankan cinta kasih dan berbuat baik kepada sesama.
Menjadi polisi bukanlah sekadar cita-cita bagi Tiwi, tetapi juga sebuah panggilan untuk menegakkan keadilan. Dengan dukungan penuh dari keluarganya, terutama sang ayah, Tiwi optimis terhadap masa depan. “Saya percaya bahwa dengan menjadi polisi, saya bisa memberikan kontribusi yang positif dan menjadi teladan bagi masyarakat,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Prestasi Menggugah dan Perjalanan Karir
Perjalanan Tiwi tidak hanya sebatas cita-cita. Dia telah mencatatkan berbagai prestasi di bidang seni, khususnya tarik suara. Sebagai anggota paduan suara dari Gereja Masehi Injili di Minahasa, Tiwi berhasil meraih medali emas di sejumlah kompetisi internasional, termasuk Asia Pacific Choir Games dan Gold Medal International Choir Competition. Kesuksesannya dalam olah vokal membuktikan bahwa bakat dan kerja keras dapat bergandeng tangan untuk mencapai prestasi yang diimpikan.
Selain vokal, Tiwi juga mengeksplorasi dunia tari, yang mengantarkannya menjadi penari teatrikal mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Keterlibatannya dalam berbagai aktivitas seni ini tidak hanya membentuk bakatnya, tetapi juga mengasah kemampuannya dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Keberhasilan di berbagai kompetisi menjadi motivasi tambahan untuknya dalam mengikuti seleksi SIPSS.
Strategi dan Harapan Di Masa Depan
Tiwi tidak hanya berfokus pada prestasi seni; dia juga mengejar pendidikan dengan serius. Setelah menyelesaikan SMA, Tiwi melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, di mana dia meraih gelar master. Kesadaran akan pentingnya pendidikan membuatnya bertekad untuk menjadi polisi yang tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga pengetahuan hukum yang kuat. Dia ingin menjadi bagian dari garis depan penegakan hukum dan interaksi positif dengan masyarakat.
Setelah beberapa tahun berusaha, Tiwi akhirnya berhasil mendaftar dan lolos seleksi di tingkat daerah, kini dia menghadapi tantangan baru di tingkat pusat. “Persaingan sangat ketat, tetapi saya merasa siap. Saya telah mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi seleksi ini,” ujarnya. Dengan tekad dan persiapan yang matang, Tiwi berharap dapat diterima dan mewujudkan cita-citanya sebagai anggota kepolisian. “Keberhasilan saya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang tua dan masyarakat di sekitar saya,” tutupnya.


