Dalam merespons bencana alam yang terjadi di Tapanuli Tengah, personel SAR Batalyon A Brimob Polda Sumatra Utara berinisiatif turun ke lapangan untuk membantu proses pemulihan dan pembersihan area terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan, yang telah dilanda banjir, mengakibatkan material lumpur dan sampah menumpuk.
Banjir yang menggenangi daerah tersebut membawa dampak signifikan, baik bagi lingkungan maupun kehidupan warga. Air yang meluap tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Dengan mengerahkan personel untuk membersihkan selokan dan saluran air, diharapkan aliran air dapat kembali normal, dan risiko banjir susulan dapat dihindari.
Upaya Bersama dalam Pemulihan Lingkungan
Pembersihan yang dilakukan oleh personel Brimob menggambarkan upaya bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Mereka membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material banjir yang mengganggu saluran air di sepanjang jalan kawasan permukiman. Menurut Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, kehadiran personel di lokasi adalah bukti tanggung jawab kemanusiaan Polri terhadap masyarakat.
“Tindakan ini bukan hanya sekadar respons darurat, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang untuk pemulihan lingkungan. Ini penting agar genangan air dapat diatasi, sehingga tidak terjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari,” tambahnya. Dalam pembersihan ini, struktur got dan saluran air juga diperiksa untuk memastikan tidak ada sampah yang tersisa dan memperlancar aliran.
Strategi Pemulihan Pasca-Bencana
Kegiatan pemulihan yang dilakukan oleh personel Brimob berbentuk tindakan preventif. Selain sebagai penanganan awal, pembersihan juga menjadi langkah untuk mengembalikan aktivitas masyarakat ke jalurnya. Dengan lingkungan yang lebih bersih, diharapkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih.
Proses pembersihan dilakukan secara manual, menggunakan alat kebersihan dan peralatan pendukung yang diperlukan. Lumpur dan material lainnya diangkat dengan hati-hati dan dikumpulkan untuk dibuang ke lokasi pembuangan yang aman. Setelah kegiatan berlangsung, masyarakat setempat memberikan respons positif dan berharap aktivitas pembersihan ini dapat mempercepat proses pemulihan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan saluran air di Perumahan Pandan Asri dapat berfungsi dengan baik kembali, serta potensi banjir susulan dapat diminimalisir. Kegiatan ini bukan hanya penting untuk komunitas saat ini, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi tata kelola bencana di masa mendatang.


