Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melawan berbagai bentuk ketidakadilan di tanah air, seperti korupsi dan pencurian sumber daya nasional. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari.
Sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo menyadari bahwa kekayaan Indonesia masih belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, banyak di antara sumber daya tersebut yang dianggap mengalir keluar negeri, sehingga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
Komitmen untuk Memberantas Korupsi dan Ketidakadilan
Dalam pidatonya, Prabowo memberikan penekanan pada pentingnya memberantas praktik-praktik yang merugikan negara dan rakyat. Ia menegaskan akan mengejar, tanpa ragu, berbagai bentuk korupsi, penipuan, maupun manipulasi yang merampas kekayaan negara. “Saya akan berdiri teguh dalam perjuangan ini, dan tidak akan mundur setapak pun,” kata Prabowo dengan tegas.
Amanat yang dikhususkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) menjadi pandu dalam aksi tersebut, di mana Presiden memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia serta tanah air. Menurut Prabowo, tugas ini mencakup perlindungan tidak hanya dari ancaman fisik, tetapi juga dari ancaman sosial seperti kemiskinan dan kelaparan yang masih melanda masyarakat.
Pentingnya Pengelolaan Kekayaan untuk Kesejahteraan
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat, pengelolaan kekayaan bangsa harus dilakukan dengan baik. Ia menegaskan betapa pentingnya mencegah kebocoran dalam pengelolaan sumber daya negara, yang seringkali menjadi celah bagi praktik korupsi. “Saya bersumpah di hadapan Tuhan, akan setia kepada bangsa dan rakyat selama breath saya masih ada,” tuturnya.
Prabowo juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam mencapai tujuan bersama, yaitu Indonesia yang lebih adil. Ia percaya bahwa kekuatan persatuan dapat menjadi modal utama untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk kemiskinan yang masih membelenggu banyak orang. Dalam penutupnya, Prabowo menyatakan, “Jika kita berani, bijak, dan memiliki tekad, saya yakin kekayaan bangsa ini cukup untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.”


