Kepolisian Resor Gayo Lues baru-baru ini menunjukkan empatinya terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi dengan terjun langsung dalam pembangunan jembatan gantung di sejumlah desa. Inisiatif ini bertujuan untuk memperbaiki akses yang terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.
Pembangunan jembatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Gayo Lues, yang bersama jajaran hadir di tengah warga sebagai bukti komitmen Polri dalam membantu masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2026 dan menjadi momen penting di mana masyarakat bisa merasakan dukungan nyata dari instansi kepolisian yang selama ini mereka percayai.
Peran Polres dalam Pemulihan Masyarakat
Bencana yang terjadi telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Banyak akses jalan yang terputus, sehingga menghambat aktivitas sosial dan ekonomi. Kapolres Gayo Lues menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini adalah respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga. “Jembatan yang dibangun ini merupakan penghubung masyarakat dari perkampungan menuju kebun dan pasar,” ujarnya saat kegiatan gotong royong bersama warga.
Di Desa Pungke Jaya, pengawasan jembatan gantung dilakukan oleh Kaurbinops, di mana puluhan personel terlibat dalam proses pembangunan. Jembatan ini menjadi solusi vital untuk menggantikan fasilitas yang rusak akibat banjir. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat kepolisian, menunjukkan bahwa kepedulian atas situasi yang ada dapat menyatukan berbagai pihak.
Strategi Membangun Kembali Akses Masyarakat
Setiap desa yang terkena dampak bencana memiliki tantangan tersendiri, sehingga strategi pembangunan jembatan berbeda-beda berdasarkan kebutuhan masing-masing. Di Desa Jeret Onom, pembangunan jembatan dipimpin oleh Kanittipidkor, dengan melibatkan masyarakat dan personel dari Polres. Kerja sama ini tidak hanya mempercepat pembangunan tetapi juga membangun rasa saling memiliki antara polisi dan warga.
Di samping jembatan gantung yang sudah dibangun, ada rencana pembangunan satu unit jembatan tambahan di Desa Ramung Toa. Ini adalah langkah berkelanjutan yang menunjukkan komitmen untuk menjamin kondisi wilayah pulih sepenuhnya. Harapan besar pun diberikan oleh salah seorang warga, Ali Hanafiah, yang mengungkapkan rasa syukur atas upaya pembenahan ini. “Sejak jembatan rusak, kami sangat kesulitan membawa hasil kebun. Alhamdulillah, kini masyarakat bisa kembali berkebun dan membawa hasil bumi ke pasar,” ungkapnya.
Dengan adanya jembatan-jembatan gantung ini, diharapkan akses masyarakat kembali normal, memungkinkan aktivitas sosial dan ekonomi berjalan dengan lancar. Perbaikan infrastruktur ini bukan sekedar mendirikan bangunan, tetapi juga membangkitkan semangat masyarakat untuk bangkit dari masa sulit.


