Kantor Pertanahan di Kota Palangka Raya telah menunjukkan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Dengan kepemimpinan yang kuat, pencapaian tersebut diharapkan bisa menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju tahun 2026.
Fakta menarik mencuat, di mana Kepala Kantor Pertanahan, Ferdinan Adinoto, mengungkapkan bahwa kontribusi individu dalam tim sangat berpengaruh terhadap keseluruhan kinerja organisasi. Seiring peningkatan kebutuhan masyarakat, bagaimana strategi manajemen dan kolaborasi di institusi ini akan menghadapi tantangan di tahun baru?
Kinerja Organisasi dan Transparansi
Sejak awal tahun, tim Kantor Pertanahan telah bekerja keras untuk memastikan bahwa semua pelayanan berjalan dengan baik dan transparan. Masyarakat kini semakin cerdas dan menuntut akuntabilitas yang tinggi dari lembaga publik, termasuk dalam hal-perizinan dan pengelolaan lahan.
Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah permohonan yang ditangani, berkat upaya tim yang ramping dan efisien. Mengingat tantangan yang ada, Ferdinan menggarisbawahi pentingnya sinergi di antara pegawai, baik teknis maupun administrasi. “Kinerja kita mencerminkan sejauh mana kita mampu beradaptasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menghadapi Tantangan dan Membangun Kepercayaan
Dengan semakin berkembangnya harapan masyarakat terhadap pelayanan pertanahan, Ferdinan menekankan bahwa integritas adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan layanan yang tanpa celah. Keberhasilan di tahun 2025 adalah bukti nyata dari dedikasi seluruh pegawai, meski banyak tantangan yang harus dihadapi.
Ia menambahkan, “Kepercayaan masyarakat harus senantiasa dijaga melalui pelayanan yang transparan dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.” Di era digital ini, setiap tindakan seharusnya dapat dipertanggungjawabkan, dan ini menjadi tanggung jawab kolektif setiap individu di instansi tersebut.
Memasuki tahun 2026, Ferdinan berharap semua pegawai menyiapkan diri untuk menghadapi peningkatan tuntutan masyarakat. Strategi untuk beradaptasi dengan cepat, tepat, dan responsif pun harus diimplementasikan. “Tahun ini adalah momentum untuk evaluasi dan peningkatan berkelanjutan,” pungkas Ferdinan.


