Dalam upaya memperkokoh keimanan dan meningkatkan stabilitas keamanan masyarakat, sebuah kegiatan edukatif bertajuk “Satu Jam Mengaji Bersama Polisi” dilaksanakan di Masjid Jami’ Darul Khoir, Ragunan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat dan menunjukkan sinergi antara kepolisian dan warga dalam menciptakan suasana yang aman.
Kegiatan ini dipimpin oleh seorang anggota kepolisian yang memiliki latar belakang pendidikan agama, AKBP H. Jajang Hasan Basri. Dengan perannya, beliau tidak hanya menjadi pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai tokoh yang mendorong pentingnya peran masjid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Pentingnya Mengaji dan Memakmurkan Masjid
Acara ini diawali dengan salat Magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh masyarakat. Dalam ceramahnya, AKBP Jajang menekankan bahwa memakmurkan masjid bukan hanya sekadar menjalankan ibadah. Lebih jauh, masjid harus menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga sekitar. Jika masyarakat sejahtera, maka keamanan pun akan lebih terjaga.
Beliau merangkum pemikirannya dengan singkat: “Memakmurkan masjid berarti kita juga berkontribusi untuk masyarakat luas.” Pernyataan ini mencerminkan filosofi bahwa masjid seharusnya berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan dukungan sosial, menciptakan perasaan aman dan damai di tengah masyarakat.
Peran Polisi dalam Masyarakat dan Pencegahan Hoaks
Melalui kegiatan ini, polisi juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama untuk menyaring informasi. Dalam era informasi yang cepat ini, sering kali masyarakat terjebak dalam berita bohong yang dapat menimbulkan keresahan. Sikap tabayyun menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik dan ketegangan di masyarakat. Melalui program “Satu Jam Mengaji Bersama Polisi”, terciptalah sebuah jembatan komunikasi yang erat antara polisi dan warga. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dari segala bentuk ancaman dan gangguan.


