Jakarta – Dalam rangka memperingati momen penting bagi institusi Kepolisian Wanita di Indonesia, Polda Metro Jaya mengadakan acara doa bersama. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Kautsar dan dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting pada awal bulan September 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari seribu Polwan dari berbagai satuan kerja di wilayah Polda Metro Jaya serta polres jajaran, menandakan partisipasi yang tinggi dan komitmen dari seluruh anggota.
Menariknya, dari total peserta yang hadir, sebanyak 498 Polwan mengikuti acara secara langsung di lokasi, sedangkan 521 Polwan lainnya berpartisipasi melalui platform online di masing-masing kantor polres. Ini menunjukkan adaptasi yang baik dari seluruh anggota terhadap perkembangan teknologi dan cara-cara baru dalam berkomunikasi di tengah situasi yang terus berubah.
Makna Doa Bersama Bagi Polwan
Doa bersama bukan sekadar ritual, melainkan sebuah momen refleksi dan pembelajaran bagi seluruh Polwan. Ketua Sie Acara Doa Bersama, Kompol Niluh Sri Arsini, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi antaranggota. Dalam pandangan beliau, semangat pengabdian yang tinggi harus terus ditanamkan, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dari segi data, kehadiran Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang memimpin doa, memberikan makna lebih dalam melalui pesannya tentang pentingnya peran Polwan. Hal ini menggarisbawahi komitmen untuk menegakkan hukum dengan hati nurani, serta memupuk semangat moral yang harus dimiliki setiap anggota. Dalam penjelasannya, beliau juga membahas mengenai tantangan moral yang mungkin dihadapi selama menjalankan tugas di lapangan.
Strategi Mewujudkan Polwan yang Profesional dan Humanis
Tidak sekadar berdoa, kegiatan ini juga diwarnai dengan dialog interaktif. Ruang diskusi ini memberi kesempatan bagi Polwan untuk bertanya dan mendiskusikan isu-isu yang relevan dengan peran mereka. Selain itu, materi yang dihadirkan oleh berbagai pejabat utama Polri memberikan wawasan tambahan. Nama-nama seperti Irjen Pol Arradina Zessa Devy dan Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah menjadi pembicara kunci yang memberikan perspektif baru tentang dinamika kepolisian saat ini.
Dalam sesi tersebut, banyak pola pikir dan strategi yang dibagikan untuk meningkatkan kinerja Polwan dalam menjalankan tugas. Salah satu fokus utama adalah bagaimana menjadi teladan di tengah masyarakat. Hal ini berkaitan erat dengan upaya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tindakan. Penguatan soliditas dan peran aktif anggota menjadi kunci untuk mendukung misi besar Polri yang berorientasi pada presisi.
Di akhir acara, Pakor Polwan Polda Metro Jaya, AKBP Agustin Susilowaty SH, MM, menekankan pentingnya momen ini untuk mengingatkan setiap Polwan tentang tanggung jawab mereka. Dengan harapan agar Polwan senantiasa profesional dan humanis, pesan ini sangat relevan dalam konteks pelayanan publik di mana ketulusan hati sangat diperlukan.
Dengan demikian, kegiatan doa bersama bukan hanya sebagai seremonial belaka. Ini adalah langkah strategis untuk membangun semangat kolektif dan memfokuskan kembali tujuan bersama dalam menghadapi tantangan yang ada. Harapan agar Polwan terus diberi kekuatan dan keberkahan untuk menjalankan tugasnya menjadi penutup yang menggugah sekaligus penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.


